Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 12,020 12,017 12,022 
 SGD / IDR 9,483 9,477 9,489 
 HKD / IDR 1,549 1,549 1,550 
 EUR / IDR 15,296 15,286 15,306 
 GBP / IDR 19,380 19,369 19,391 
Updated 22-10-2014, 11:49:00
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 23,088.58 0.00 
 N225 14,804.28 0.00 
 FTSE100 6,372.33 1.65 
 DAX 8,886.96 1.90 
 DJIA 16,614.81 100.00 
Updated 22-10-2014, 11:49:00
Calendar of Event
October 2014
SunMonTueWedThuFriSat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Latest News
 10:05:45
Malindo Feedmill to Distribute Dividend on November 28, 2014
 09:48:29
JCI Estimated to Move Between 4,975-5,126 Points
 13:10:03
Tambang Batubara Bukit Asam Acquires IDR861 Billion Palm Estate
 10:49:56
As of Sep, Asuransi Jasa Tania Profit Jumps 252%
Photo News
Thursday, 7 August 2014 11:22:12
Berau Coal’s Production 14 Mn Tons Until July
StockWatch (Jakarta) - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) recorded coal production of 14 million tons in the period from January until July 2014, or approximately 58% of the target for ...
 10:45:19
Bank Capital Indonesia Profit Falls 10.5% as of September
Market Summary
5,074.4280
(+/-)  45.0840
(%)   0.8964%
Market Vol (mn) 2,314.1392
Market Val (bn) 2,249.2078
Market Freq 96,989
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
207 72 70 349
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
SSMS 4,575 1,135 30
LAMI 4,310 287 0
SIAP 2,816 171 4
ITMG 2,802 21,000 925
DOID 2,221 227 8
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
21/10/2014 - 09:42:00
Recapital Securities

21/10/2014 - 09:42:00

Perlambatan Kredit Konsumsi Kian Nyata Kalangan bankir pesimistis pertumbuhan kredit konsumsi bakal menunjukkan perbaikan. Bahkan, perbankan di Indonesia hanya mematok angka pertumbuhan kredit satu digit (single digit) pada tahun 2015 mendatang. (Kontan) Komentar LK Pesimisme akan pertumbuhan kredit konsumsi yang hanya single digit pada tahun 2015 merupakan hal yang beralasan. Aturan loan-to-value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan pembatasan jumlah kartu kredit menjadi beberapa faktor penghambat pertumbuhan kredit konsumsi.Sebagai informasi, data survei perbankan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, perlambatan kredit konsumsi terutama melanda kredit rumah, apartemen, dan kartu kredit. Sedangkan pertumbuhan KTA semakin kuat, yang tecermin dari pertumbuhan selama kuartal III–2014 yang lebih tinggi dibanding dengan kuartal II–2014. Dalam pandangan kami, kredi konsumsi dapat bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perkapita Indonesia. Pertumbuhan kredit konsumsi yang melaju cepat tanpa didukung oleh pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada kualitas kredit perbankan. Hal ini pada gilirannya akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi.