Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 11,980 11,977 11,982 
 SGD / IDR 9,452 9,446 9,458 
 HKD / IDR 1,545 1,544 1,546 
 EUR / IDR 15,428 15,420 15,436 
 GBP / IDR 19,612 19,603 19,621 
Updated 23-09-2014, 17:21:22
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 23,837.07 -0.50 
 N225 0.00 0.00 
 FTSE100 0.00 0.00 
 DAX 0.00 0.00 
 DJIA 0.00 0.00 
Updated 23-09-2014, 17:21:22
Calendar of Event
September 2014
SunMonTueWedThuFriSat
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
Latest News
 15:19:27
Golden Plantation to Hold IPO at End 2014
 10:05:40
JCI Seen to Move between 5,195-5,250 Points
 10:17:32
Astra International to Allocate IDR20 Trillion Investment in 2015
 10:10:42
Non Tollroad Jasa Marga Revenue Estimated at Rp1,34 Triliun
Market Summary
5,188.1140
(+/-)  -31.6890
(%)   -0.6071%
Market Vol (mn) 6,194.3300
Market Val (bn) 4,614.5003
Market Freq 209,302
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
89 88 243 420
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
SSMS 9,355 1,390 -20
TLKM 5,120 2,890 20
PNLF 4,605 292 29
KLBF 4,552 1,700 10
BMRI 4,497 10,700 50
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
23/09/2014 - 09:55:00
Recapital Securities

23/09/2014 - 09:55:00

Penerimaan Migas Tahun Depan Dipatok Rp. 299,1 Triliun Pemerintah mengajukan usulan penerimaan negara dari sektor migas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 sekira Rp299,1 triliun. "Tahun depan dalam APBN, target penerimaan migas Rp299,1 triliun," papar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2014). (Okezone) Komen LK Usulan pemerintah atas penerimaan negara dari sektor migas yang mencapai Rp299,1 triliun pada RAPBN 2015 menurut kami merupakan hal yang positif. Tercapainya penerimaan negara pada 2015 dari sektor migas diharapkan dapat memberikan ruang bagi implementasi program pembangunan yang telah ditargetkan pemerintah. Penerimaan dari sektor migas pada 2015 diproyeksikan terdiri atas penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp83,8 triliun (terdiri dari minyak bumi Rp32,8 triliun dan gas Rp50,9 triliun) dan penerimaan dari Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp215,3 triliun (terdiri dari minyak bumi Rp164,8 triliun dan gas Rp50.4 triliun). Penerimaan pemerintah tersebut menggunakan asumsi bahwa Indonesian Crude Price (ICP) adalah USD105 per barel dan nilai tukar Rupiah pada level Rp11.900 per USD. Dalam pandangan kami, tercapainya target penerimaan negara dari sektor migas pada RAPBN 2015 bergantung pada produksi migas Indonesia. Sebagai catatan, dalam APBN 2014 asumsi yang dipakai dalam produksi minyak adalah 870 ribu barel per hari sedangkan produksi gas adalah 1,24 juta bph.