Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 12,191 12,188 12,193 
 SGD / IDR 9,588 9,547 9,629 
 HKD / IDR 1,571 1,570 1,572 
 EUR / IDR 15,438 15,374 15,501 
 GBP / IDR 19,837 19,755 19,918 
Updated 01-10-2014, 04:56:03
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 22,932.98 0.00 
 N225 16,173.52 0.00 
 FTSE100 0.00 0.00 
 DAX 0.00 0.00 
 DJIA 0.00 0.00 
Updated 01-10-2014, 4:56:04
Calendar of Event
October 2014
SunMonTueWedThuFriSat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Latest News
 17:19:06
PT PP Establishes Joint Venture Firm
 17:17:51
Roda Vivatex Stops Production
 10:16:48
As of June 2014, Multi Prima Sejahtera Suffers IDR2.674 Billion Loss
 10:15:20
As of March 2014, Borneo Lumbung Energi Loss Raises 501.5%
Photo News
Thursday, 7 August 2014 11:22:12
Berau Coal’s Production 14 Mn Tons Until July
StockWatch (Jakarta) - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) recorded coal production of 14 million tons in the period from January until July 2014, or approximately 58% of the target for ...
 10:12:05
Astra Agro Lestari CPO Production Raises 20% as of August 2014
 09:19:36
JCI Estimated to Move at 5,110-5,156
Market Summary
0
(+/-)  0
(%)   0
Market Vol (mn) 0
Market Val (bn) 0
Market Freq 0
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
0 0 0 0
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
30/09/2014 - 09:25:00
Recapital Securities

30/09/2014 - 09:25:00

DPR-RI mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perkebunan menjadi UU dalam sidang paripurna malam ini. UU ini menjelaskan lebih tegas soal pembatasan kepemilikan modal asing di sektor perkebunan di Tanah Air. "Setelah mendengarkan laporan dari tim RUU maka RUU Perkebunan disahkan menjadi UU," kata Wakil Ketua DPR Sohibul Iman selaku pimpinan sidang paripurna, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/9/2014) (Detik) Komentar LK Undang-undang perkebunan yang telah disahkan oleh DPR-RI salah satunya mengatur tentang batas maksimal penanaman modal asing di sektor perkebunan. Wacana awal adalah pembatasan penanaman modal asing pada sektor perkebunan dengan batas maksima adalah 30%. Akan tetapi dengan mempertimbangkan banyak hal, maka aturan itu diserahkan kepada peraturan pemerintah (PP). Dalam pandangan kami, pembatasan penanaman modal asing di sektor perkebunan akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan sektor tersebut. Hal ini mengingat bahwa pemodal dalam negeri belum sepenuhnya mampu untuk menjawab kebutuhan modal yang mencapai 70%. Sebagai catatan, sebelumnya batas maksimal kepemilikan asing pada sektor perkebunan adalah hingga 95%. Selain mengenai penanaman modal, UU ini juga mengatur perencanaan, penggunaan lahan, perbenihan, budi daya tanaman perkebunan, usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran, penelitian dan pengembangan, sistem data dan informasi, pengembangan SDM, dan pembinaan dan pengawasan.