Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 12,153 12,150 12,155 
 SGD / IDR 9,355 9,350 9,360 
 HKD / IDR 1,572 1,566 1,579 
 EUR / IDR 15,051 15,043 15,059 
 GBP / IDR 19,024 19,013 19,035 
Updated 24-11-2014, 09:33:09
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 0.00 0.00 
 N225 0.00 0.00 
 FTSE100 0.00 0.00 
 DAX 0.00 0.00 
 DJIA 0.00 0.00 
Updated 24-11-2014, 9:33:09
Calendar of Event
November 2014
SunMonTueWedThuFriSat
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Latest News
 09:12:54
Indofood CBP Subsidiary Acquires Danone Dairy Indonesia
 09:10:56
JCI Estimated to Move at 5,070-5,165
 11:19:16
As of September 2014, Sawit Sumbermas Sarana Profit Grows 39%
 10:56:55
Semen Baturaja Builds New Plant in South Sumatera
Photo News
Monday, 17 November 2014 16:08:47
Indo Tambangraya Megah 2015 Earnings Expected US$161 Million
StockWatch (Jakarta) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) is expected to reach US$161 million earnings in 2015, declined by 22.96% compared to its US$209 million target in 2014, said Todd ...
 10:24:48
BW Plantation to Conduct IDR10.809 Trillion Limited Public Offering
Market Summary
5,148.7680
(+/-)  36.7230
(%)   0.7184%
Market Vol (mn) 768.4299
Market Val (bn) 524.1772
Market Freq 20,583
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
152 48 37 237
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
CPRO 2,622 75 8
MYRX 1,219 690 0
SIAP 1,030 237 5
ASRI 508 505 0
ELSA 442 670 5
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
21/11/2014 - 09:56:00
Recapital Securities

21/11/2014 - 09:56:00

IHSG pada penutupan kemarin (20/11) melemah 34,37 poin (-0,67%) ke level 5.093,57. Sementara Indeks LQ45 turun 6,08 poin (-0,69%) ke level 875,16. Pelemahan indeks disebabkan oleh aksi profit taking yang dilakukaan investor terhadap saham-saham yang sudah naik signifikan pada perdagangan sebelumnya dan juga sentimen negatif dari regional berasal dari China yang hasil data ekonomi nya di bawah ekspektasi pasar. Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 213.001 kali dengan volume 5,519 miliar lembar saham senilai Rp 5,084 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 197 turun, dan 71 saham stagnan. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp432,36 miliar. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 12.135 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.140 per dolar AS. Bursa Wallstreet pada perdagangan akhir sesi kemarin (20/11) menguat dipicu hasil data ekonomi AS lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar dan perusahaan teknologi Intel melaporkan prospek tahun depan yang lebih baik mengimbangi perlambatan pertumbuhan manufaktur di Eropa dan China. Indeks Dow Jones naik 33,27 poin (+0,19%) ke level 17.719,00. Indeks S&P 500 bergerak naik 4,03 poin (+0,20%) ke level 2.052,75. Sementara Indeks Komposit Nasdaq menguat 26,16 poin (+0,56%) ke level 4.701,87. Bursa di kawasan Asia pagi ini dibuka bervariasi. Indeks Nikkei dibuka turun 15,14 poin (-0,08%) ke level 17.285,72. Indeks Kospi dibuka naik 8,85 poin (+0,45%) ke level 1.966,89. Indeks ASX 200 pada bursa Australia (ASX) dibuka naik 5.06 (+0,1%) ke level 5.321,30. Secara teknikal, IHSG diperkirakan hari ini bergerak menguat terbatas di kisaran 5.050 (support) dan 5.115 (resistance).