Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 11,991 11,988 11,993 
 SGD / IDR 9,453 9,447 9,458 
 HKD / IDR 1,545 1,545 1,546 
 EUR / IDR 15,370 15,362 15,378 
 GBP / IDR 19,399 19,390 19,407 
Updated 21-10-2014, 14:07:00
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 23,070.26 0.00 
 N225 15,111.23 0.00 
 FTSE100 6,267.07 0.00 
 DAX 8,717.76 0.00 
 DJIA 16,399.67 0.12 
Updated 21-10-2014, 14:07:00
Calendar of Event
October 2014
SunMonTueWedThuFriSat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Latest News
 13:10:03
Tambang Batubara Bukit Asam Acquires IDR861 Billion Palm Estate
 10:49:56
As of Sep, Asuransi Jasa Tania Profit Jumps 252%
 10:45:19
Bank Capital Indonesia Profit Falls 10.5% as of September
 14:24:38
Bank Permata Subordination Bond Coupon 11.75% per Year
Photo News
Thursday, 7 August 2014 11:22:12
Berau Coal’s Production 14 Mn Tons Until July
StockWatch (Jakarta) - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) recorded coal production of 14 million tons in the period from January until July 2014, or approximately 58% of the target for ...
 13:46:37
Batavia Prosperindo Finance to Hold IDR350 Billion Rights Issue
 09:20:40
JCI Estimated to Move around 5,045-5,126
Market Summary
5,023.5140
(+/-)  -17.0180
(%)   -0.3376%
Market Vol (mn) 2,775.7748
Market Val (bn) 2,718.9453
Market Freq 103,725
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
105 89 165 359
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
SSMS 5,180 1,110 10
TLKM 3,515 2,845 0
BBRI 3,052 10,500 -200
SSTM 2,783 92 1
KLBF 2,563 1,705 20
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
21/10/2014 - 09:42:00
Recapital Securities

21/10/2014 - 09:42:00

Perlambatan Kredit Konsumsi Kian Nyata Kalangan bankir pesimistis pertumbuhan kredit konsumsi bakal menunjukkan perbaikan. Bahkan, perbankan di Indonesia hanya mematok angka pertumbuhan kredit satu digit (single digit) pada tahun 2015 mendatang. (Kontan) Komentar LK Pesimisme akan pertumbuhan kredit konsumsi yang hanya single digit pada tahun 2015 merupakan hal yang beralasan. Aturan loan-to-value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan pembatasan jumlah kartu kredit menjadi beberapa faktor penghambat pertumbuhan kredit konsumsi.Sebagai informasi, data survei perbankan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, perlambatan kredit konsumsi terutama melanda kredit rumah, apartemen, dan kartu kredit. Sedangkan pertumbuhan KTA semakin kuat, yang tecermin dari pertumbuhan selama kuartal III–2014 yang lebih tinggi dibanding dengan kuartal II–2014. Dalam pandangan kami, kredi konsumsi dapat bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perkapita Indonesia. Pertumbuhan kredit konsumsi yang melaju cepat tanpa didukung oleh pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada kualitas kredit perbankan. Hal ini pada gilirannya akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi.