Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 12,026 12,023 12,028 
 SGD / IDR 9,443 9,437 9,449 
 HKD / IDR 1,550 1,549 1,550 
 EUR / IDR 15,190 15,183 15,197 
 GBP / IDR 19,279 19,270 19,288 
Updated 23-10-2014, 08:41:05
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 23,403.97 0.00 
 N225 15,195.77 0.00 
 FTSE100 0.00 0.00 
 DAX 8,925.60 0.44 
 DJIA 16,552.59 -0.37 
Updated 23-10-2014, 8:41:05
Calendar of Event
October 2014
SunMonTueWedThuFriSat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Latest News
 16:56:56
Arwana Citramulia Share Price Rises 8.4% on Profit Hike
 15:56:43
Adira Finance Profit Drops 44.36% on Costs Hike
 10:05:45
Malindo Feedmill to Distribute Dividend on November 28, 2014
 09:48:29
JCI Estimated to Move Between 4,975-5,126 Points
Market Summary
0
(+/-)  0
(%)   0
Market Vol (mn) 0
Market Val (bn) 0
Market Freq 0
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
0 0 0 0
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
21/10/2014 - 09:42:00
Recapital Securities

21/10/2014 - 09:42:00

Perlambatan Kredit Konsumsi Kian Nyata Kalangan bankir pesimistis pertumbuhan kredit konsumsi bakal menunjukkan perbaikan. Bahkan, perbankan di Indonesia hanya mematok angka pertumbuhan kredit satu digit (single digit) pada tahun 2015 mendatang. (Kontan) Komentar LK Pesimisme akan pertumbuhan kredit konsumsi yang hanya single digit pada tahun 2015 merupakan hal yang beralasan. Aturan loan-to-value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan pembatasan jumlah kartu kredit menjadi beberapa faktor penghambat pertumbuhan kredit konsumsi.Sebagai informasi, data survei perbankan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, perlambatan kredit konsumsi terutama melanda kredit rumah, apartemen, dan kartu kredit. Sedangkan pertumbuhan KTA semakin kuat, yang tecermin dari pertumbuhan selama kuartal III–2014 yang lebih tinggi dibanding dengan kuartal II–2014. Dalam pandangan kami, kredi konsumsi dapat bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perkapita Indonesia. Pertumbuhan kredit konsumsi yang melaju cepat tanpa didukung oleh pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada kualitas kredit perbankan. Hal ini pada gilirannya akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi.