Stock Trading Calculator
Currency Exchange
Code Value Bid Ask
 
 USD / IDR 11,993 11,988 11,998 
 SGD / IDR 9,469 9,463 9,476 
 HKD / IDR 1,545 1,544 1,547 
 EUR / IDR 15,398 15,390 15,405 
 GBP / IDR 19,447 19,437 19,456 
Updated 21-10-2014, 09:14:05
International Indices
Market Indices Index Level +/-% 
 
 HSI 23,070.26 0.00 
 N225 15,111.23 0.00 
 FTSE100 0.00 0.00 
 DAX 0.00 0.00 
 DJIA 16,399.67 0.12 
Updated 21-10-2014, 9:14:06
Calendar of Event
October 2014
SunMonTueWedThuFriSat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Latest News
 14:24:38
Bank Permata Subordination Bond Coupon 11.75% per Year
 13:46:37
Batavia Prosperindo Finance to Hold IDR350 Billion Rights Issue
 09:20:40
JCI Estimated to Move around 5,045-5,126
Market Summary
5,057.2880
(+/-)  16.7560
(%)   0.3324%
Market Vol (mn) 6.5538
Market Val (bn) 35.0563
Market Freq 687
Advancers Unchanged Decliners Total Traded
25 10 10 45
 
Top Active Stocks
Stock Code Freq Last +/-
BBRI 55 10,650 -50
UNTR 48 17,700 250
BMRI 38 10,125 0
TLKM 38 2,850 5
ITMG 34 19,800 -200
Market Perspectives
Ciptadana Sekuritas
07/08/2014 - 09:52:00
Ciptadana Sekuritas

07/08/2014 - 09:52:00

Jakarta and Dublin are seeing the highest price growth worldwide between June 2013 until 2Q14 with each recorded growth of 27.3% and 23.5%. According to Knight Frank Indonesia, Jakarta’s role as international city and limited land supply which leads to premium pricing. Meanwhile, Singapore, Hongkong, Jenewa, Paris and Zurich experienced slowdown in price.

Recapital Securities
20/10/2014 - 09:24:00
Recapital Securities

20/10/2014 - 09:24:00

Triwulan III, Realisasi Investasi Capai Rp 120 T Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi pada triwulan III (Juli-September) 2014 sebesar Rp 119,9 triliun atau meningkat 19,3% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 100,5 triliun. (Investor) Komentar LK Realisasi investasi pada kurtal III 2014 yang mencapai Rp 120 triliun adalah hal yang positif. Hingga Jan-Sept 2014, realisasi investasi telah mencapai Rp 342 triliun atau setara dengan 75% dari yang ditargetkan pemerintah pada 2014 yang mencapai Rp 456 triliun. Sebagia informasi, dari total nilai investasi selama periode Januari-September 2014, sekitar 71% adalah investasi baru, sementara sisanya merupakan perluasan investasi. Investasi baru tersebut banyak bergerak di sektor pen-golahan, terutama pengolahan kayu dan nikel. Pertumbuhan signifikan pada nilai investasi diharap-kan dapat berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan GDP pada umumnya dan pola konsumsi pada khususnya. Di sisi lain, tersedianya tenaga kerja yang produktif dan infrastruktur yang memadai menjadi bahan pertimbangan bagi in-vestor untuk berinvestasi di Indonesia.