Halaman Depan   >  Berita   >  StockWatch Indonesia
Maret 2018, PP Presisi Raih Kontrak Baru Rp2 Triliun
Kamis, 5 April 2018 17:00:27
StockWatch (Jakarta) - Hingga Maret 2018, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru lebih dari Rp2 triliun, sekitar 25% dari Rp8 triliun target kontrak baru tahun ini. Demikian disampaikan oleh Iswanto Amperawan, Direktur Utama PPRE, dalam keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan di Jakarta, Kamis (5/3).

Kontrak baru itu antara lain berupa jasa coal hauling dari PT Barasentosa Lestari, perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Sumatera Selatan dan Tri Aryani. Adapun nilai masing-masing kontrak sebesar Rp1 triliun.

Perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat itu juga masih memiliki sisa nilai kontrak tahun lalu sebesar Rp9 triliun. Dengan target kontrak baru sebesar Rp8 triliun tahun ini, maka total Nilai Kontrak Dikelola (NKD) PPRE mencapai Rp17 triliun pada 2018.

Iswanto menambahkan, manajemen PPRE akan menuntaskan rencana akuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan pada Juni 2018. Adapun kebutuhan pendanaan terkait aksi korporasi tersebut, telah dianggarkan dalam belanja modal tahun ini sebesar Rp1,6 triliun. Kendati begitu, ia belum dapat mengungkapkan besaran investasi untuk akuisisi masing-masing perusahaan.

``Alasan kami melakukan akuisisi karena sebelumnya kami sudah punya kontrak coal hauling dengan beberapa perusahaan tambang,`` terangnya.

Sementara itu, para pemegang saham dalam RUPST hari ini menyetujui usulan manajemen PPRE untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp56,4 miliar, sebesar 30% dari laba tahun buku 2017 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp188,3 miliar.

Iswanto mengatakan, sebesar Rp9,5 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib. ``Sebesar Rp122,4 miliar dibukukan sebagai saldo laba ditahan,`` paparnya. (daiz)